ticker

6/recent/Ticker-posts

Petugas PT KAI Bongkar Modus Charity Palsu 'Mahasiswa' di Stasiun Bandung

 


BANDUNG, AZYNEWS- Pegawai PT KAI menegur sekelompok orang mengatasnamakan mahasiswa saat melakukan penggalangan dana atau charity untuk anak pengidap kanker di depan Stasiun Bandung. Saat ditegur, ternyata orang itu diragukan statusnya sebagai mahasiswa.

Dalam unggahan video akun TikTok @roeswantara, terlihat orang menegur kelompok yang menggalang dana. "Hati-hati modus mahasiswa charity di stasiun-stasiun," tulis @roeswantara di video yang diunggahnya.

Roeswantara, yang merupakan pegawai PT KAI, berbincang dengan perempuan yang mengaku sebagai mahasiswa. Namun, saat ditanya lebih dalam, mahasiswa itu tak dapat menjawab pertanyaan Roeswantara.

Roeswantara menegur kelompok itu karena banyak pengguna Kereta Api (KA) yang keluar dari stasiun terganggu. Meski sudah diimbau dan akan dilaporkan ke Satpol PP, sekelompok orang tersebut tak menghiraukan imbauannya.

"Kalian sudah viral, saya sudah sering tegur kalian, karena orang-orang kayak begini nggak tahu kalian bukan mahasiswa beneran," kata Roeswantara.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Mahendro Trang Bawono sudah mendapatkan laporan terkait informasi dugaan charity palsu dengan modus menjual voucher untuk anak kanker.

"Jadi gini, itu di luar bukan di dalam. Kalau di luar kita tidak bisa menindak penuh, akan tetapi ramainya itu dari postingan tersebut banyak warga memiliki pengalaman yang sama dan ada penumpang kereta api yang tidak nyaman dengan keberadaan orang tersebut," kata Mahendro.

"Kalau ada yang ke dalam kami halau, kami tegur dan agar pindah ke tempat lain saja," ucap dia menambahkan.

Belum diketahui apakah charity yang dilakukan sekelompok orang itu memiliki izin atau tidak. Namun, menurutnya, dalam hal ini dinas terkait yang harus turun tangan.

"Tapi kalau itu sudah mengganggu kenyamanan, meresahkan pengguna jasa kereta api, kami berharap Satpol PP bisa terlibat dan berikan pemahaman aturan mainnya. Mungkin yang bikin risih karena dikerumuni banyak orang," terang Mahendro. (Red./Annisa)

Posting Komentar

0 Komentar