ticker

6/recent/Ticker-posts

Kemenkes RI Akan Investigasi Kasus Pasien Cabut Gigi Meninggal di RSHS Bandung

 


BANDUNG, AZYNEWS- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginvestigasi kasus pasien meninggal dunia saat hendak menjalani pencabutan gigi bungsu Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dalam waktu dekat, Kemenkes bakal menyampaikan hasil investigasi tersebut.

Pj Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mendesak pihak RSHS segera memberikan pernyataan lengkap atas meninggalnya pasien. Bila terbukti temuan malapraktik, Bey meminta RSHS menjadikan kasus tersebut sebagai pembelajaran, agar tidak berulang di masa mendatang.

Terpisah, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Azhar Jaya memastikan proses investigasi tengah berlangsung di RSHS Bandung. Investigasi melibatkan sejumlah pihak termasuk komite etik.

Hingga kini, belum ada kesimpulan yang bisa didapat dari proses terkait, pemerintah dipastikan akan mengumumkan hasil investigasi dalam waktu dekat.

"Kita lagi mendalami investigasi yang kasus RSHS, jadi nanti hasilnya akan kita sampaikan, secepatnya," terang Azhar.

"Tentunya di sana lagi berproses dengan komite mediknya, kita nilai lagi semua prosedur SOP-nya karena kasus ini kan sebenarnya kasus yang secara umum, itu seharusnya tidak terjadi, kan cabut gigi ya, tapi bisa saja orang itu ternyata membawa komplikasi stroke, jantung, kan gitu ya," sambungnya.

Azhar menyebut SOP yang dilakukan pihak RSHS sejauh ini sudah berjalan semestinya, tetapi Kemenkes RI akan ikut mendalami lebih lanjut proses tindakan pasien cabut gigi yang berujung meninggal.

"Itu saya bilang kita akan lihat SOP-nya, selama ini SOP-nya kan aman-aman saja, kok tiba-tiba untuk yang kasus ini agak sedikit beda, gitu ya kita akan menelusuri lebih dalam lagi," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar kematian pasien di RSHS bermula dari viral unggahan video kekecewaan di media sosial. Beberapa akun TikTok terlihat menayangkan potongan Instagram Story dari akun @latashaqntas.

Dalam kompilasi video Instagram Story, pasien diceritakan akan melakukan operasi gigi bungsu, tetapi setelah dianastesi, malah mengalami perburukan, bahkan sempat dinyatakan henti detak jantung.

Sejumlah penanganan dilakukan, tetapi kondisi pasien berakhir kritis hingga meninggal dunia. Direktur Medik dan Keperawatan RS Hasan Sadikin Iwan Abdul Rachman menyampaikan duka sedalam-dalamnya, tetapi tidak ada penjelasan kronologi dan awal mula pasien mengalami kondisi tersebut.

"Menanggapi video yang beredar di media sosial mengenai wafatnya salah seorang pasien setelah mendapatkan pelayanan dari RSHS Bandung, pertama-tama saya mewakili sivitas hospitalia RS Hasan Sadikin, mengucapkan turut berduka cita atas kepergian beliau semoga beliau diberikan tempat yang terbagi di sisi-Nya," beber dia.

"RSUP dr Hasan Sadikin menyayangkan adanya pihak yang membuat konten di media sosial tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu kepada pihak rumah sakit, namun demikian kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian seluruh pihak terhadap pelayanan di rumah sakit," katanya. (Red./Dodi)

Posting Komentar

0 Komentar