ticker

6/recent/Ticker-posts

Innalillahi! 4 Korban Longsor Cipongkor Kabupaten Bandung Barat Ditemukan Meninggal Dunia, 6 Orang Masih dalam Pencarian

 


BANDUNG, AZYNEWS- Upaya pencarian 10 korban yang hilang dalam longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat mulai membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan empat korban dalam kondisi meninggal pada Selasa (26/3/2024) kemarin. 

Kepala Basarnas Jawa Barat Hery Marantika mengungkapkan, ketiga korban ditemukan di wilayah pencarian di sektor A atau pertama. Korban pertama, tutur Herry, merupakan anak perempuan. Ia ditemukan pada pukul 11.54 WIB. Korban kedua, anak laki-laki ditemukan pukul 12.23 WIB. Korban ketiga, perempuan dewasa pada pukul 12.56 WIB. "Harapan kami korban yang lainnya juga tidak berjauhan dari sektor yang kita (tim SAR gabungan) temukan," kata Hery di Posko Induk Pencarian dan Pengungsian di SD Negeri 1 Cibenda dan SD Padakati, Selasa sore. Pada sekitar 16.32 WIB, satu korban kembali ditemukan. Korban merupakan perempuan dewasa yang ditemukan di wilayah sektor A/pertama.


Jasad korban pun diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jabar. "Jadi nanti DVI yang akan merilis identitas detail dari pada si korban," ucap Hery. Ia menambahkan, jumlah pengungsi saat ini mengalami peningkatan. Jika pada Senin, 25 Maret 2024, jumlah pengungsi hanya 429 orang. Kini, Selasa, 26 Maret 2024, jumlahnya melonjak menjadi 527 orang. Terkait dengan jumlah korban yang hilang, Hery memastikan jumlahnya memang 10 orang. 

Hery menambahkan, proses pencarian juga memperhitungkan kondisi cuaca. Jika cuaca buruk, pencarian bisa dihentikan sementara. Rencananya, pencarian hari itu berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Selanjutnya, tim melakukan evaluasi. Pencarian, lanjutnya, juga terkendala akses menuju lokasi kejadian. Akses tak bisa dilintasi kendaraan roda empat. 

Sementara kendaraan roda dua hanya bisa melintas hingga kaki bukit. Dari sana, perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki. Tim juga menghadapi kendala kondisi tanah di lokasi peristiwa yang masih labil dan rawan longsor susulan. "Tim harus hati-hati," ucapnya.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengunjungi lokasi pengungsian. Bey menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi, melihat dapur umum serta pelayanan kesehatan serta aktivitas penyembuhan trauma anak-anak. Ia memastikan, pelayanan makanan untuk pengungsi sangat baik. Ia juga mengapresiasi kinerja tim dari berbagai unsur dalam membantu para pengungsi dan melakukan pencarian.

Mengenai kondisi tanah di area longsor dan kemungkinan direlokasi atau tidak, Bey menyatakan masih menunggu asesmen dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Untuk keluarga korban, ia menyatakan bakal ada bantuan. "Akan ada santunan," ucapnya.

Suasana cukup hiruk pikuk. Pengungsi serta tim kemanusiaan dan pencarian dari berbagai unsur tumplek di lokasi itu. Beberapa pengungsi terlihat memeriksa kesehatan di tenda medis. Sejumlah anak-anak juga sempat mengikuti trauma healing atau penyembuhan trauma dengan bernyanyi dan bermain bersama polisi wanita kala Pj Gubernur Jabar mengunjungi posko pengungsian. Sejumlah bantuan juga terlihat berdatangan ke lokasi itu.

Di salah satu tenda, tertera pula data nama-nama 10 warga yang hilang tersebut. Mereka adalah Aji dengan usia 2 tahun, Lestari (20), Diki Saputra (4), Nurlatifah/Syifa (8), Encep (69), Aam (65), Eras (50), Opin (45), Dadi (60), Nabila (5). Longsor ‎terjadi di wilayah Kampung Gintung, RT 03, 04 di RW 07, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, KBB. Awalnya, hujan lebat mengguyur kawasan itu dari sekira pukul 19-23.00 WIB, Minggu, 24 Maret 2024 malam. Longsor mulai terjadi sekira pukul 22.00 WIB dan 23.00 ‎selepas warga menunaikan salat tarawih. Lumpur turun dan menyapu permukiman warga serta masjid dan madrasah. Puluhan bangunan warga serta masjid dan madrasah pun rusak. (Red./Annisa)

Posting Komentar

0 Komentar