ticker

6/recent/Ticker-posts

Habiskan Dana Rp 12 Miliar, Jembatan Cikeruh Diresmikan Bupati Bandung

 


KAB BANDUNG, AZYNEWS- Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan pembukaan Jembatan Cikeruh di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, hari ini. Melalui peresmian ini, maka jembatan sepanjang 30 meter itu sudah dapat dilalui kendaraan.

Dadang mengatakan Jembatan Cikeruh yang menghubungkan Bojongsoang dan Ciparay akan membawa manfaat bagi masyarakat. Hal ini termasuk memperlancar arus lalu lintas, memperpendek waktu tempuh, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Dadang menyebut jembatan yang menelan biaya sekitar Rp 12 miliar termasuk biaya pengerukan Sungai Cikeruh tersebut, akan dapat menyelesaikan masalah banjir di kawasan Sapan Tegalluar dan sekitarnya.

"Ini adalah momen bersejarah karena jembatan ini sudah lama didambakan oleh masyarakat Tegalluar dan sekitarnya. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Jembatan Cikeruh ini saya resmikan penggunaannya," ujar Dadang, Sabtu (30/3/2024) lalu.

Dadang menjelaskan peresmian Jembatan Cikeruh bukan hanya sekadar meresmikan struktur beton dan besi. Namun, pembangunan ini menjadi ikhtiar untuk memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan konektivitas warga di berbagai kecamatan yang sebelumnya dipisahkan oleh Sungai Cikeruh.

Ia menyebut Pembangunan Jembatan Cikeruh dan berbagai pembangunan infrastruktur lainnya merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Bandung dalam memperluas pembangunan infrastruktur berkualitas di Kabupaten Bandung.

"Ini adalah impian masyarakat Tegalluar dan sekitarnya. Karena saya merasakan langsung kondisi banjir dan kondisi sampah menumpuk setelah banjir karena Jembatan Cikeruh ini sebelumnya terlalu pendek sehingga menghambat aliran air," paparnya.

Bupati yang akrab disapa Kang DS ini mengungkapkan sebagai warga asli Desa Tegalluar, ia sempat mengusulkan pembangunan Jembatan Cikeruh pada 2016. Sebab, ketika itu Jembatan Cikeruh salah satu biang banjir yang terjadi di Tegalluar dan sekitarnya.

Namun saat akan dilaksanakan pembangunannya, Jembatan Cikeruh beralih status menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Alhasil, akhirnya anggaran pembangunan Jembatan Cikeruh ketika itu tidak terserap.

Kemudian pada 2019, saat Dadang menjadi anggota DPRD provinsi, ia kembali mengusulkan pembangunan Jembatan Cikeruh kepada Pemprov Jabar. Namun setelah disetujui, tiba-tiba anggarannya dicoret karena dampak refocusing COVID-19.

"Alhamdulillah, baru setelah saya jadi bupati, saya alokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Cikeruh ini. Malu juga saya sebagai orang Tegalluar kalau banjir di sini nggak beres-beres. Karena ini di depan mata banget," ucap Dadang.

Selain membangun Jembatan Cikeruh, ia mengaku telah menyiapkan perencanaan untuk menyelesaikan masalah banjir di Tegalluar. Salah satunya dengan membangun setidaknya enam danau retensi atau embung penahan banjir.

"Insyaallah setelah lebaran, nanti kita akan membuat danau retensi atau embung melalui program pentahelix. Semoga itu akan menjadi solusi banjir dan sampah di kawasan Tegalluar. Semoga tidak ada lagi banjir dan masalah sampah yang terbawa banjir," ungkap Dadang.

Sementara Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa bersyukur karena Jembatan Cikeruh akhirnya dapat dirampungkan setelah beberapa kali terkendala dalam pembangunannya.

"Jembatan ini sebelumnya memang menjadi masalah karena tidak hanya menahan aliran air sungai, tapi juga endapan lumpur dan sampah. Sehingga dulu, jembatan ini menjadi penyebab banjir di wilayah Sapan dan sekitarnya," papar Zeis.

Zeis pun berterima kasih kepada Dadang serta masyarakat setempat yang antusias mendukung proyek pembangunan Jembatan Cikeruh. Ia berharap Jembatan Cikeruh akan membawa manfaat bagi masyarakat.

"Jembatan ini memang sangat penting bagi masyarakat di beberapa kecamatan. Ini ternyata jalur alternatif utama warga Majalaya, Ciparay dan Tegalluar untuk ke Kota Bandung. Begitupun sebaliknya. Semoga bermanfaat untuk masyarakat," ucap Zeis.

Selain ditinggikan untuk menghindari banjir dan tumpukan sampah, Zeis juga menyebut Jembatan Cikeruh telah melalui tahapan pengujian sebelum digunakan dan diresmikan oleh Dadang.

"Insyaallah Jembatan Cikeruh ini sudah memenuhi aspek keselamatan dan keamanan karena sebelumnya sudah melalui tahapan pengujian. Semoga jembatan ini semakin memudahkan aksesibilitas masyarakat Tegalluar dan sekitarnya," pungkasnya. (Red./Alin)

Posting Komentar

0 Komentar