ticker

6/recent/Ticker-posts

Sering Terjadi Kecelakaan, Flyover Ciroyom Ditutup Sementara Oleh Warga

 


BANDUNG, AZYNEWS- Sejumlah warga RW 08, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, melakukan penutupan flyover Ciroyom. Penutupan ini dilakukan sejak Minggu (19/5/2024) sekitar pukul 08.00 WIB.

Flyover ini memang belum lama ini sudah mulai digunakan masyarakat. Kini, proyek strategis nasional dari Kemen PUPR, Kemenhub, dan Ditjen KAI, ditutup dengan spanduk putih yang memuat protes warga setempat. Sebabnya, sudah terjadi empat kali kecelakaan di flyover yang belum diresmikan itu.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono pun mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Ia menjelaskan meski pihaknya hanya sebagai penerima manfaat, tapi ia terus berkoordinasi dengan pihak pusat dan jajaran kepolisian terkait pengamanan dan kepastian kondisi laik jalan.

"Jadi memang saya dapat kabar seperti itu. Ada kejadian, insiden seperti itu. Kami dari pihak pemerintah kota, katakanlah sebagai user juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian. Kemudian kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan ya, karena itu dibangunnya oleh Kemenhub. Jadi seperti apa langkah-langkah berikutnya? Yang kita inginkan adanya infrastruktur baru yang membantu kita untuk mengurai kemacetan, kan begitu ya," ucapnya.

Soal peresmian, Bambang mengaku memang jalan tersebut belum diresmikan. Pihaknya pun masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kemenhub.

"Secara formal untuk diresmikan belum. Saya juga belum dapat kabar itu. Tapi kami berharap supaya jalan ini betul-betul terhindar dari potensi adanya insiden. Kira-kira ke depannya seperti itu," kata Bambang.

Pada spanduk yang digunakan untuk menutup jalan, terlihat ada tulisan 'Dirjen PT KAI!!! Tolong perhatikan flyover di wilayah Ciroyom', 'Terjadi banyak kecelakaan', dan 'Tolong perhatikan aspirasi kami!!' pada spanduk putih itu.

Sebetulnya, warga setempat pun mengaku tak ada yang tahu kapan sebetulnya flyover tersebut sudah jadi dan mulai dibuka. Bahkan menurut Ketua RW 08, Susilo, flyover tersebut belum diresmikan.

"Flyover ini belum diresmikan. Kelihatannya seperti belum jadi, namun sudah dibuka dan tidak ada penutupnya atau apa. Jadi akhirnya dipakai kendaraan lalu-lalang. Kemudian ini kan inisiasi dari Dirjen KAI dan dilanjutkan pengembang, tapi akhirnya ditinggalkan begitu saja. Banyak kecelakaan di sini," kata Susilo.

Penutupan ini membuat beberapa kendaraan sempat terlihat kaget, sehingga memutuskan untuk putar balik atau berbelok arah ke jalan yang lebih sempit. Kini, flyover yang ditutup kemudian menjadi tempat anak-anak bermain layang-layang.

Susilo mengaku penutupan jalan ini merupakan inisiatif dari warga, sebab terhitung sudah terjadi empat kali kecelakaan di flyover tersebut. Susilo berharap langkahnya bersama warga dapat diperhatikan pemerintah setempat.

"Kecelakaan itu terjadi bukan hanya malam, tapi juga pagi, siang, dan sore. Sebelum kecelakaan angkot di hari Jumat, sudah kejadian tiga kali kecelakaan salah satu yang parah itu menimpa pedagang pasar, sampai sekarang masih koma. Kecelakaan dia pakai motor dan patah tulang," ceritanya.

"Jumat itu rombongan angkot SMP 4 Cimahi jatuh 2x gulingan. Kami sudah berkomunikasi dengan para RT, tapi yang paling kenceng itu warga terus dorongnya ke RW, bilang banyak kecelakaan. Ya karena kebetulan warga peduli ya," imbuh dia.

Susilo melihat bahwa permasalahan lalu lintas menjadi penyebab utama sering terjadi kecelakaan di flyover tersebut. Maka dari itu ia menyimpulkan, pembangunan flyover sebetulnya dalam kondisi belum 100% selesai tapi sudah dibuka.

Tidak adanya marka di flyover, penerangan yang masih minim, dan kondisi sekitar flyover yang masih berantakan membuatnya mempertanyakan mengapa flyover tersebut sudah dibiarkan digunakan warga.

"Marka tidak ada, lampu penerangan ada tapi sangat kecil, minim. Selain itu terlihat di sekitar flyover ada gorong-gorong yang belum rapi, belum diapa-apain. Saya juga pernah protes gara-gara gotnya ditutup, air hujan besar dari atas itu masuk ke gang-gang. Saya ingin sampaikan tolong kasih gorong-gorong yang memadai dan dirapikan," tuturnya.

"Tiap malam dipakai kebut-kebutan motor itu juga bener. Saya tidak tahu orangnya, kira-kira setelah lebaran itu mulai sering ada yang kebut-kebutan di sini. Tapi nggak tahu siapa, kelihatannya bukan warga sini," imbuh Susilo.

Selain ditutup menggunakan spanduk dan karung-karung pasir, mobil ambulance berisi keranda kosong pun terparkir menjadi penutup jalan. Susilo mengatakan bahwa ambulan tersebut juga sebagai simbol kepedulian warga.

"Ambulans ini masih berjalan, masih bisa dipakai. Dengan banyaknya kecelakaan, ini bukti kami siap membantu. Jadi ini bentuk peduli, sambil menutup untuk mengurangi kecelakaan," ucap Susilo.

"Saya tambahkan sedikit, pemerintah mungkin bisa studi banding ke flyover Kopo. Di sana ada pagarnya, rapi, gorong-gorong juga estetikanya ada. Ini kayak nanggung gitu, setengah jadi," sahut Agus, salah satu warga RW 08.

Susilo menegaskan, penutupan jalan secara mandiri ini belum bisa dipastikan sampai kapan batas waktunya. Susilo dan warga setempat hanya berharap ada solusi jelas dari pemerintah soal pembangunan jembatan layang tersebut.

"Mungkin sampai setelah pemerintah atau instansi terkait datang untuk selesaikan. Seperti kondisi jalan yang diinginkan kami, sesuai bagaimana jalan harus diadakan, sesuai SOP. Ini kan demi kepentingan bersama, kami ini hanya peduli," harapnya. (Red./Waskito)

Posting Komentar

0 Komentar